Paranoia adalah proses pikiran
yang terganggu yang cirinya adalah berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan, sering sampai
tidak rasional dan timbul delusi.
Pemikiran paranoid biasanya disertai anggapan akan dianiaya oleh sesuatu yang
mengancamnya. Dalam bahasa Yunani asli, παράνοια (paranoia)
berarti gila (para = di luar; nous = pikiran) dan, dalam sejarahnya,
karakterisasi ini digunakan untuk menggambarkan semua keadaan delusi.
Istilah paranoia sendiri telah digunakan
dalam waktu yang cukup lama. Pada jaman Yunani kuno dan Romawi istilah ini
digunakan untuk mengacu pada suatu gangguan yang tidak dapat dibedakan dengan
berbagai gangguan mental lainnya. Saat ini penggunaan istilah ini lebih
terbatas sejak Kraeplin menunjukan suatu kasus dimana adanya delusi dan kontak
yang minim dengan realitas namun tidak terjadi disorganisasi personality yang
kuat seperti yang terjadi pada kasus schizophrenia.
Saat ini ada 2 jenis psikosis paranoid yang termasuk dalam kelompok gangguan
paranoid, yaitu :
1.
Paranoia,
dimana terjadinya delusi yang berkembang secara perlahan kemudian menjadi
rumit, logis dan sistematis, serta hal tersebut berpusat pada delusi merasa
dikejar-kerjar atau waham kebesaran. Meski adanya delusi kepribadian penderita
masih utuh, tidak ada disorganisasi yang serius dan tanpa halusinasi.
2.
Paranoid
state, terjadinya perubahan delusi yang paranoid dan cara berpikir menjadi
tidak logis serta munculnya ciri-ciri paranoia, meskipun belum menunjukkan
perilaku yang aneh atau deteriorasi seperti yang ditemukan pada kasus
schizophrenia paranoid. Biasanya kondisi ini berhubungan dengan stress yang
kuat dan mungkin pula karena fenomena kefanaan.
Namun, perhatian utama kita saat ini tertuju
pada paranoia. Paranoia relatif sedikit ditemukan pada pasien yang dirawat di
rumah sakit jiwa, namun hal ini mungkin terjadi karena kekeliruan dalam
mengidentifikasi gangguan mental. Banyak para penemu/inventor, guru, eksekutif
bisnis, reformer fanatik, pasangan pencemburu, orang-orang nyentrik yang
mendalami suatu ajaran tertentu termasuk dalam kategori ini. Namun, uniknya
mereka ini mampu mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Dalam beberapa
kasus diantara mereka ada yang berkembang menjadi seseorang yang sangat
berbahaya.
Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Paranoia
http://habahate.blogspot.com/2010/02/memahami-paranoia.html
Jumat, 06 April 2012
Istana Bunga
Dahulu kala, hiduplah
raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat
miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat
mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana
dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong
rakyatnya yang memerlukan bantuan.
Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana
marah pada ayah bundanya, “Ayah dan Ibu jahat, Mengapa menyusahkan orang
miskin?!” Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu. “Jangan
mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah
dari istana ini!” usir Raja. Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri
Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, “Jangan, usir
Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!” Raja dan Ratu sedang naik
pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka
mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan
Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin
menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.
Keduanya sampai di sebuah gubug.
Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu
pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
“Silakan masuk, Anak Muda,” sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka
adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu.
Kusmantoro mengutarakan maksudnya, “Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin
berguru pada Panembahan.”
Kakek sakti bernama Panembahan
Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena
kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada
Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat
mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng
guru bijaksana dan sakti itu.
Suatu malam Panembahan memanggil
mereka berdua. “Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup
kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian
melaksanakan satu amalan.” “Amalan apa itu, Panembahan?” tanya Kusmantari.
“Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini.
Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum
bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin
menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka.”
Kusmantoro dan Kusmantari terkejut.
Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran
mereka terbuka. “Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu
dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya
berkhasiat jika disertai kejujuran hati,” pesan Panembahan Manraba.
Ketika menjelang tidur malam,
Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah
mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan
Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak
jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran. Akhirnya,
pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan. “Kami berdua mohon maaf,
Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini.”
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji
Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana.”
Setelah mohon pamit dan doa restu,
Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di
istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua
orang tua mereka yang berbaring lemah itu.
Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum
melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib!
Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri
Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan.
Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama
Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.
Kebaikan : Sifat Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna yang jujur dan baik hati membawa kebaikan kepada keluarga meraka.
keburukan : Sifat kedua orang tua Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna yang suka berfoya-foya dan menindas rakya miskin sangatlah tidak baik karena membawa bencana bagi kluarganya sendiri dan diri mereka sendiri.
Kesimpulan : Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan maka harus memiliki sifat dan sikap yang baik kepada orang lain,dan kejujuran akan selalu membuahkan kebaikan untuk siapanpun.
Daftar Pustaka :
http://peridongeng.blogspot.com/#!/2012/01/istana-bunga.html
raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat
miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat
mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana
dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong
rakyatnya yang memerlukan bantuan.
Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana
marah pada ayah bundanya, “Ayah dan Ibu jahat, Mengapa menyusahkan orang
miskin?!” Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu. “Jangan
mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah
dari istana ini!” usir Raja. Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri
Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, “Jangan, usir
Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!” Raja dan Ratu sedang naik
pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka
mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan
Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin
menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka.
Keduanya sampai di sebuah gubug.
Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu
pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu.
“Silakan masuk, Anak Muda,” sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka
adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura-pura tak tahu.
Kusmantoro mengutarakan maksudnya, “Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin
berguru pada Panembahan.”
Kakek sakti bernama Panembahan
Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena
kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya.
Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada
Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat
mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng
guru bijaksana dan sakti itu.
Suatu malam Panembahan memanggil
mereka berdua. “Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup
kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian
melaksanakan satu amalan.” “Amalan apa itu, Panembahan?” tanya Kusmantari.
“Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini.
Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum
bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin
menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka.”
Kusmantoro dan Kusmantari terkejut.
Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran
mereka terbuka. “Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu
dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya
berkhasiat jika disertai kejujuran hati,” pesan Panembahan Manraba.
Ketika menjelang tidur malam,
Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah
mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan
Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak
jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran. Akhirnya,
pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan. “Kami berdua mohon maaf,
Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini.”
Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji
Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana.”
Setelah mohon pamit dan doa restu,
Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di
istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua
orang tua mereka yang berbaring lemah itu.
Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum
melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib!
Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri
Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan.
Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama
Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.
Kebaikan : Sifat Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna yang jujur dan baik hati membawa kebaikan kepada keluarga meraka.
keburukan : Sifat kedua orang tua Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna yang suka berfoya-foya dan menindas rakya miskin sangatlah tidak baik karena membawa bencana bagi kluarganya sendiri dan diri mereka sendiri.
Kesimpulan : Kita sebagai makhluk ciptaan tuhan maka harus memiliki sifat dan sikap yang baik kepada orang lain,dan kejujuran akan selalu membuahkan kebaikan untuk siapanpun.
Daftar Pustaka :
http://peridongeng.blogspot.com/#!/2012/01/istana-bunga.html
Puisi Cinta
hati ini menyanyi nada gelisah sendiri
irama asyik terurai bagai tak terlepaskan
rantai persis musafir terdampar di pantai
rupanya masih sedar selubung rindu
hirisan yang nyata sungguh nyilu dibuai
hembusan angin pilu sepi lagi
tapi kali ini tak berlagu
lambaikan pada bulan
bertanya khabar indah mengenang warna-warna nostalgia
yang membisikkan kerinduan
daftar Pustaka : http://kumpulanpuisi.com/
irama asyik terurai bagai tak terlepaskan
rantai persis musafir terdampar di pantai
rupanya masih sedar selubung rindu
hirisan yang nyata sungguh nyilu dibuai
hembusan angin pilu sepi lagi
tapi kali ini tak berlagu
lambaikan pada bulan
bertanya khabar indah mengenang warna-warna nostalgia
yang membisikkan kerinduan
daftar Pustaka : http://kumpulanpuisi.com/
Minggu, 18 Maret 2012
Pengaruh Budaya Asing Terhadap Masyarakat Indonesia
Budaya asing masuk ke negeri kita secara
bebas tanpa ada filterisasi, Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan
inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah
mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak
sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Republik Indonesia.
Berikut
ini adalah wujud budaya asing yang telah masuk ke indonesia, yaitu :
·
Banyaknya
blue film yang masuk ke Indonesia
·
Pakaian
Mini pada remaja
·
Seks
Bebas, dll
Biasanya masyarakat lebih sering mengakses sesuatu yang baru melalui
internet. Dampak yang terjadi pada Saat ini adalah banyaknya warung internet
atau biasa kita sebut dengan warnet menjamur dimana-mana sehingga memudahkan
orang-orang yang tidak memasang internet agar bisa mengaksesnya. Diwarnet ini
lah kadang-kadang banyak remaja dapat mengakses video porno secara bebas tanpa
pengawasan. Selain itu meningkatnya angka MBA (Married By
Accident) saat ini.
Daftar Pustaka :
http://bbawor.blogspot.com/2010/01/pengaruh-budaya-asing-terhadap-gaya.html
bebas tanpa ada filterisasi, Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan
inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah
mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak
sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Republik Indonesia.
Berikut
ini adalah wujud budaya asing yang telah masuk ke indonesia, yaitu :
·
Banyaknya
blue film yang masuk ke Indonesia
·
Pakaian
Mini pada remaja
·
Seks
Bebas, dll
Biasanya masyarakat lebih sering mengakses sesuatu yang baru melalui
internet. Dampak yang terjadi pada Saat ini adalah banyaknya warung internet
atau biasa kita sebut dengan warnet menjamur dimana-mana sehingga memudahkan
orang-orang yang tidak memasang internet agar bisa mengaksesnya. Diwarnet ini
lah kadang-kadang banyak remaja dapat mengakses video porno secara bebas tanpa
pengawasan. Selain itu meningkatnya angka MBA (Married By
Accident) saat ini.
Daftar Pustaka :
http://bbawor.blogspot.com/2010/01/pengaruh-budaya-asing-terhadap-gaya.html
MITOS NENEK GAYUNG DI JAKARTA
Masih
banyak masyarakat Indonesian yang lekat dengan hal-hal mistis / mitos, walaupun
telah berkembangnya teknologi canggih pada jaman modern saat ini tetap saja ketakutan
akan mahluk gaib sepertinya tidak dapat dilepaskan begitu saja. Inilah cerita
yang saya pernah dengar dari seseorang teman maupun artikel yang saya dapat di
situs internet.
Awalnya saya sama sekali tidak tahu
tentang hal ini, ketika saya sampai dirumah secara tak sengaja saya mendengar
para tetangga saya berbicara mengenai nenek gayung tersebut. Saat itu saya
merasa bingung karena saya tidak pernah tau tentang cerita ini sebelumnya,
ternyata cerita nene gayung telah ada pada awal Desember 2010.
Dimana katanya ada nenek-nenek yang berpakaian serba hitam, selalu
membawa gayung dan segulung tikar. Tidak ada kepastian mengenai asal-usul nenek
gayung ini, namun kebanyakan kabar adalah bahwa nenek tersebut adalah salah
satu korban yang dipakai untuk tumbal dalam pembuatan Busway di wilayah
Jakarta.
Langsung
saja kabar burung mengenai hantu nenek gayung tersebut merambah dari mulut ke
mulut dan semakin meluas. Bahkan menjadi salah satu topic yang banyak
dibicarakan di Facebook dan Twitter bagi yang tinggal di Jakarta. Lebih
hebatnya lagi, ada orang yang membuatkan account nenek gayung ini di Twitter
dengan alamat @NenekGayuung.
Inilah cerita berbagai versi dari
beberapa orang menganai Nenek Gayung :
·
Seandainya
orang yang menanggapi obrolan nenek tersebut, maka nanti malamnya, nenek gayung
ini akan datang ke rumah korban kemudian menggelar tikar dan memandikan korban
dengan gayungnya. Biasanya korban yang telah dimandikan tersebut besoknya akan
meninggal.
·
Waktu itu ada 2 pria berkendaraan sepeda
motor, mereka melihat nenek-nenek berpakaian hitam dan membawa gayung serta
tikar. Kemudian 2 orang itu mendatangi nenek itu dan bertanya “Nenek mau
kemana?” lalu Nenek pun menjawab “Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak”
kata nenek itu.Setelah lama mengobrol, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik
motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatuh! Warga pun mengerubungi
motor itu, dan ternyata 1 orang meninggal dan 1 orang lagi selamat, cuma sosok
sang nenek itu tak terlihat batang hidungnya.
Kebenaran akan hal-hal mistis diatas belum pernah dapat saya buktikan
hingga hari ini. namun satu hal yang saya percaya tentang hal gaib, yaitu
adanya Tuhan, Pencipta kita. Hanya kepada Tuhan, kita harus takut, bukan kepada
mahluk halus seperti hantu atau jin. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan
keimanan hingga akhir hayat kita, Amin.
Daftar Pustaka
http://sosok.kompasiana.com/2012/01/27/mitos-nenek-gayung-di-jakarta/
banyak masyarakat Indonesian yang lekat dengan hal-hal mistis / mitos, walaupun
telah berkembangnya teknologi canggih pada jaman modern saat ini tetap saja ketakutan
akan mahluk gaib sepertinya tidak dapat dilepaskan begitu saja. Inilah cerita
yang saya pernah dengar dari seseorang teman maupun artikel yang saya dapat di
situs internet.
Awalnya saya sama sekali tidak tahu
tentang hal ini, ketika saya sampai dirumah secara tak sengaja saya mendengar
para tetangga saya berbicara mengenai nenek gayung tersebut. Saat itu saya
merasa bingung karena saya tidak pernah tau tentang cerita ini sebelumnya,
ternyata cerita nene gayung telah ada pada awal Desember 2010.
Dimana katanya ada nenek-nenek yang berpakaian serba hitam, selalu
membawa gayung dan segulung tikar. Tidak ada kepastian mengenai asal-usul nenek
gayung ini, namun kebanyakan kabar adalah bahwa nenek tersebut adalah salah
satu korban yang dipakai untuk tumbal dalam pembuatan Busway di wilayah
Jakarta.
Langsung
saja kabar burung mengenai hantu nenek gayung tersebut merambah dari mulut ke
mulut dan semakin meluas. Bahkan menjadi salah satu topic yang banyak
dibicarakan di Facebook dan Twitter bagi yang tinggal di Jakarta. Lebih
hebatnya lagi, ada orang yang membuatkan account nenek gayung ini di Twitter
dengan alamat @NenekGayuung.
Inilah cerita berbagai versi dari
beberapa orang menganai Nenek Gayung :
·
Seandainya
orang yang menanggapi obrolan nenek tersebut, maka nanti malamnya, nenek gayung
ini akan datang ke rumah korban kemudian menggelar tikar dan memandikan korban
dengan gayungnya. Biasanya korban yang telah dimandikan tersebut besoknya akan
meninggal.
·
Waktu itu ada 2 pria berkendaraan sepeda
motor, mereka melihat nenek-nenek berpakaian hitam dan membawa gayung serta
tikar. Kemudian 2 orang itu mendatangi nenek itu dan bertanya “Nenek mau
kemana?” lalu Nenek pun menjawab “Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak”
kata nenek itu.Setelah lama mengobrol, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik
motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatuh! Warga pun mengerubungi
motor itu, dan ternyata 1 orang meninggal dan 1 orang lagi selamat, cuma sosok
sang nenek itu tak terlihat batang hidungnya.
Kebenaran akan hal-hal mistis diatas belum pernah dapat saya buktikan
hingga hari ini. namun satu hal yang saya percaya tentang hal gaib, yaitu
adanya Tuhan, Pencipta kita. Hanya kepada Tuhan, kita harus takut, bukan kepada
mahluk halus seperti hantu atau jin. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan
keimanan hingga akhir hayat kita, Amin.
Daftar Pustaka
http://sosok.kompasiana.com/2012/01/27/mitos-nenek-gayung-di-jakarta/
Pebagian Ilmu
Manusia sebagai makhluk pencari kebenaran dalam perenungannya akan menemukan tiga bentuk eksistensi, yaitu agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat. Ilmu atau Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia maupun alam lain (gaib).
Dengan berkembangnya masyarakat, maka terasa dalam hidup itu perlu adanya alat-alat yang dapat menolong manusia. Dengan demikian timbullah hasrat untuk menyelidiki alam sekitar. Ada tiga cabang ilmu pengetahuan baru yaitu :
• Filsafat alam timbullah ilmu pengetahuan alam atau natural science
• Filsafat moral timbullah ilmu pengetahuan sosial atau social science
• Ilmu Humaniora
Berikut ini adalah beberapa contoh dari berbagai macam ilmu, yaitu :
1. Humaniora
• Disiplin humaniora yang kuno dan modern bahasa
• Sastra
• Hukum
• Sejarah
• Filsafat
• Agama
• Visual
• Seni pertunjukan (termasuk musik ).
2. Sosial
• mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau structural
• mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya
3. Ilmu Alam
• Biologi
• Fisika
• Kimia
Dafftar Pustaka :
http://yunita-hidupdiduniakampuz.blogspot.com/
http://id.shvoong.com/social-sciences/2163858-pembagian-ilmu-pengetahuan/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100824065219AAVZa4r
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100414194533AAE6PxE
Dengan berkembangnya masyarakat, maka terasa dalam hidup itu perlu adanya alat-alat yang dapat menolong manusia. Dengan demikian timbullah hasrat untuk menyelidiki alam sekitar. Ada tiga cabang ilmu pengetahuan baru yaitu :
• Filsafat alam timbullah ilmu pengetahuan alam atau natural science
• Filsafat moral timbullah ilmu pengetahuan sosial atau social science
• Ilmu Humaniora
Berikut ini adalah beberapa contoh dari berbagai macam ilmu, yaitu :
1. Humaniora
• Disiplin humaniora yang kuno dan modern bahasa
• Sastra
• Hukum
• Sejarah
• Filsafat
• Agama
• Visual
• Seni pertunjukan (termasuk musik ).
2. Sosial
• mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau structural
• mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya
3. Ilmu Alam
• Biologi
• Fisika
• Kimia
Dafftar Pustaka :
http://yunita-hidupdiduniakampuz.blogspot.com/
http://id.shvoong.com/social-sciences/2163858-pembagian-ilmu-pengetahuan/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100824065219AAVZa4r
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100414194533AAE6PxE
Langganan:
Postingan (Atom)
