Paranoia adalah proses pikiran
yang terganggu yang cirinya adalah berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan, sering sampai
tidak rasional dan timbul delusi.
Pemikiran paranoid biasanya disertai anggapan akan dianiaya oleh sesuatu yang
mengancamnya. Dalam bahasa Yunani asli, παράνοια (paranoia)
berarti gila (para = di luar; nous = pikiran) dan, dalam sejarahnya,
karakterisasi ini digunakan untuk menggambarkan semua keadaan delusi.
Istilah paranoia sendiri telah digunakan
dalam waktu yang cukup lama. Pada jaman Yunani kuno dan Romawi istilah ini
digunakan untuk mengacu pada suatu gangguan yang tidak dapat dibedakan dengan
berbagai gangguan mental lainnya. Saat ini penggunaan istilah ini lebih
terbatas sejak Kraeplin menunjukan suatu kasus dimana adanya delusi dan kontak
yang minim dengan realitas namun tidak terjadi disorganisasi personality yang
kuat seperti yang terjadi pada kasus schizophrenia.
Saat ini ada 2 jenis psikosis paranoid yang termasuk dalam kelompok gangguan
paranoid, yaitu :
1.
Paranoia,
dimana terjadinya delusi yang berkembang secara perlahan kemudian menjadi
rumit, logis dan sistematis, serta hal tersebut berpusat pada delusi merasa
dikejar-kerjar atau waham kebesaran. Meski adanya delusi kepribadian penderita
masih utuh, tidak ada disorganisasi yang serius dan tanpa halusinasi.
2.
Paranoid
state, terjadinya perubahan delusi yang paranoid dan cara berpikir menjadi
tidak logis serta munculnya ciri-ciri paranoia, meskipun belum menunjukkan
perilaku yang aneh atau deteriorasi seperti yang ditemukan pada kasus
schizophrenia paranoid. Biasanya kondisi ini berhubungan dengan stress yang
kuat dan mungkin pula karena fenomena kefanaan.
Namun, perhatian utama kita saat ini tertuju
pada paranoia. Paranoia relatif sedikit ditemukan pada pasien yang dirawat di
rumah sakit jiwa, namun hal ini mungkin terjadi karena kekeliruan dalam
mengidentifikasi gangguan mental. Banyak para penemu/inventor, guru, eksekutif
bisnis, reformer fanatik, pasangan pencemburu, orang-orang nyentrik yang
mendalami suatu ajaran tertentu termasuk dalam kategori ini. Namun, uniknya
mereka ini mampu mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Dalam beberapa
kasus diantara mereka ada yang berkembang menjadi seseorang yang sangat
berbahaya.
Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Paranoia
http://habahate.blogspot.com/2010/02/memahami-paranoia.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar